Kamis, 29 November 2012

DESKRIPSI PENDIDIK yang BERPENDIDIKAN

By : Siti Khadijah
Mahasiswa Admnistrasi pendidikan di UNIMED MEDAN


                        Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menemukan esensi pendidik/GURU itu sendiri yang notabenenya seorang yang berpendidikan (PP No.38 Thn. 1992 Pasal 5 ayat 1).Yang mana tenaga pendidik pada pendidikan pra sekolah,jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib memiliki kemampuan mengajar yang dinyatakan dengan ijazah yang di peroleh dari lembaga pendidikan tenaga Keguruan.Arti Guru dari sansekerta yang berarti GURU,secara harfiah “ BERAT”.(Kamus Besar Indonesia).Guru umumnya menunjuk pendidik professional dengan tugas utama mendidik,mengajar,membimbing,menggerakkan,melatih,menilai dan mengevaluasi peserta didik.Yang esensinya GURU fungsinya tidaklah mengajar ,tetapi menemukan cara-cara dan situasi belajar bagi para murid-muridnya.Karena pada hakekatnya pendidik bukan mengisi ember melainkan menyalakan api.
                        Mencintai profesi mengajar merupakan salah satu dari ratusan  bahkan ribuan pilihan pekerjaan yang saat ini sedang mendapatkan perhatian serius dari pemerintahan SBY.Masyarakat  sekarang membutuhkan pikiran lembut untuk bekerja dengan damai,yang menyenangkan hati semua orang dan mampu melindungi serta melayani orang lain.Karena kita selalu menyaksikan kekerasan di mana-mana.Mulai dari kekerasan fisik sampai kekerasan psikologis.Oleh karena itu masyarakat sangat membutuhkan seorang guru yang konstruktif,guru yang mampu membangun character murid-muridnya dan guru yang mampu menyalakan api dari setiap jiwa anak-anak didiknya,agar bisa menjadi generasi yang beradab dan cinta sesamanya.Guru yang konstruktif adalah guru yang memiliki tujuan untuk mampu melakukan perubahan dari dalam diri murid-muridnya,bukannya dari luar.Guru adalah sumber kreatifitas bagi murid-muridnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.untuk bisa menjadi guru yang konstruktif dibutuhkan pemahaman spritualitas yang cukup,yang taat memahami tujuan agama,siapa dirinya dan peran apa yang harus di mainkannya di alam semesta ini,karena ia memahami bahwa kehidupannya kelak akan berakhir dimana.
                        Saat ini para guru disekolah,benar-benar masih sangat tinggi kemelekatannya dengan persoalan ekonomi keluarga.Pikiran para guru masih bising dan disibukkan untuk memecahkan masalah ekonomi dan karir mereka sendiri.Ini tidak bisa kita sembunyikan dan sudah menjadi rahasia umum bagi guru,seorang guru dalam hal ini harus senantiasa memiliki semangat untuk memotivasi murid-muridnya,dia harus menjadi seorang pembimbing yang sekaligus mengarahkan api di dalam diri murid-muridnya kearah yang konstruktif.Karena itulah,seorang guru yang kurang memiliki moralitas yang baik,akan memiliki dampak yang tidak baik pula pada murid-muridnya.Karena menurut Williem Buther yeats,”Pendidikan bukan mengisi ember,tapi menyalakan api”.
Kita tidak akan mampu menenangkan situasi kelas dan menemukan kecintaan murid terhadap mata pelajaran tertentu,jika pikiran kita sebagai guru masih bising dengan pikiran-pikiran lainnya,apalagi kita tidak mencintai profesi dan mata pelajaran yang kita ajarkan kepada murid-murid kita.Lebih parah lagi,jika kita menjadi seorang guru hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi saja alias mencari nafkah.Akibatnya murid-murid akan berdagang dengan gurunya di sekolah,bukan untuk belajar.
                        Dan kejadian-kejadian tersebut dengan sendirinya menurunkan rasa wibawa seorang guru dan pamor sekolah itu sendiri.Guru melarang murid-muridnya jangan merokok,harus berpakaian rapi/lengkap,disiplin/tepat waktu.Tapi apa kenyataannya yang kita hadapi di lapangan ,malah kebalikannya guru sendiri yang melanggar peraturan itu sendiri.Esensi guru di dalam sanubari guru tidak tertanam.dalam Jiwa dan pikir seorang guru, hanya berorientasi pada kuantitatif economi yang cendrung menjurus pada keegoisan.Fungsi guru bukan hanya mengajar ,tapi berusaha menemukan cara situasi belajar yang baik pada murid-muridnya,agar menjadi manusia yang beriman,bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,sehat,mandiri,cerdas,berkrpribadian serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.  (UUSPN No.20 Thn.2003 pasal 3)



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar