Mahasiswa Admnistrasi pendidikan di UNIMED MEDAN
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba
menemukan esensi pendidik/GURU itu sendiri yang notabenenya seorang yang
berpendidikan (PP No.38 Thn. 1992 Pasal 5 ayat 1).Yang mana tenaga pendidik
pada pendidikan pra sekolah,jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib
memiliki kemampuan mengajar yang dinyatakan dengan ijazah yang di peroleh dari
lembaga pendidikan tenaga Keguruan.Arti Guru dari sansekerta yang berarti
GURU,secara harfiah “ BERAT”.(Kamus Besar Indonesia).Guru umumnya
menunjuk pendidik professional dengan tugas utama
mendidik,mengajar,membimbing,menggerakkan,melatih,menilai dan mengevaluasi
peserta didik.Yang esensinya GURU
fungsinya tidaklah mengajar ,tetapi menemukan cara-cara dan situasi belajar
bagi para murid-muridnya.Karena pada hakekatnya pendidik bukan mengisi ember melainkan menyalakan api.
Mencintai profesi
mengajar merupakan salah satu dari ratusan
bahkan ribuan pilihan pekerjaan yang saat ini sedang mendapatkan
perhatian serius dari pemerintahan SBY.Masyarakat sekarang membutuhkan pikiran lembut untuk
bekerja dengan damai,yang menyenangkan hati semua orang dan mampu melindungi
serta melayani orang lain.Karena kita selalu menyaksikan kekerasan di
mana-mana.Mulai dari kekerasan fisik sampai kekerasan psikologis.Oleh karena
itu masyarakat sangat membutuhkan seorang guru yang konstruktif,guru yang mampu
membangun character murid-muridnya dan guru yang mampu menyalakan api dari
setiap jiwa anak-anak didiknya,agar bisa menjadi generasi yang beradab dan
cinta sesamanya.Guru yang konstruktif adalah guru yang memiliki tujuan untuk
mampu melakukan perubahan dari dalam diri murid-muridnya,bukannya dari
luar.Guru adalah sumber kreatifitas bagi murid-muridnya dalam menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif.untuk bisa menjadi guru yang konstruktif
dibutuhkan pemahaman spritualitas yang cukup,yang taat memahami tujuan
agama,siapa dirinya dan peran apa yang harus di mainkannya di alam semesta
ini,karena ia memahami bahwa kehidupannya kelak akan berakhir dimana.
Saat ini para guru
disekolah,benar-benar masih sangat tinggi kemelekatannya dengan persoalan
ekonomi keluarga.Pikiran para guru masih bising dan disibukkan untuk memecahkan
masalah ekonomi dan karir mereka sendiri.Ini tidak bisa kita sembunyikan dan
sudah menjadi rahasia umum bagi guru,seorang guru dalam hal ini harus
senantiasa memiliki semangat untuk memotivasi murid-muridnya,dia harus menjadi
seorang pembimbing yang sekaligus mengarahkan api di dalam diri murid-muridnya
kearah yang konstruktif.Karena itulah,seorang guru yang kurang memiliki
moralitas yang baik,akan memiliki dampak yang tidak baik pula pada
murid-muridnya.Karena menurut Williem Buther yeats,”Pendidikan
bukan mengisi ember,tapi menyalakan api”.
Kita
tidak akan mampu menenangkan situasi kelas dan menemukan kecintaan murid
terhadap mata pelajaran tertentu,jika pikiran kita sebagai guru masih bising
dengan pikiran-pikiran lainnya,apalagi kita tidak mencintai profesi dan mata
pelajaran yang kita ajarkan kepada murid-murid kita.Lebih parah lagi,jika kita
menjadi seorang guru hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan ekonomi saja alias
mencari nafkah.Akibatnya murid-murid akan berdagang dengan gurunya di
sekolah,bukan untuk belajar.
Dan kejadian-kejadian
tersebut dengan sendirinya menurunkan rasa wibawa seorang guru dan pamor
sekolah itu sendiri.Guru melarang murid-muridnya jangan merokok,harus
berpakaian rapi/lengkap,disiplin/tepat waktu.Tapi apa kenyataannya yang kita
hadapi di lapangan ,malah kebalikannya guru sendiri yang melanggar peraturan
itu sendiri.Esensi guru di dalam sanubari guru tidak tertanam.dalam Jiwa dan
pikir seorang guru, hanya berorientasi pada kuantitatif economi yang cendrung
menjurus pada keegoisan.Fungsi guru bukan hanya mengajar ,tapi berusaha
menemukan cara situasi belajar yang baik pada murid-muridnya,agar menjadi
manusia yang beriman,bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa,sehat,mandiri,cerdas,berkrpribadian serta menjadi warga Negara yang
demokratis dan bertanggung jawab. (UUSPN No.20 Thn.2003 pasal 3)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar